Selasa, 02 Januari 2018

SEMAKIN DETAIL MIMPI, SEMAKIN MUDAH TERCAPAI

Jika tahun baru telah tiba, biasanya banyak dari kita bersegera dalam memikirkan resolusi baru ditahun baru. Hal itu memang wajar dan tak heran semua orang melakukannya. Termasuk saya pun juga melakukan hal itu pada tahun sebelumnya, yaitu tahun 2017. Sekarang menginjak tahun baru lagi yaitu 2018. Tapi entah mengapa tahun ini saya tidak membuat resolusi yang baru. Salahsatu alasan saya adalah banyak resolusi tahun 2017 yang belum saya penuhi.

Sekadar cerita kepada temen-temen semua,  flashback tahun lalu, saya membuat beberepa resolusi yang dikategorikan dengan mimpi yang lumayan tinggi. Bagaimana tidak, saya menulis 100 mimpi yang dibilang mungkin akan ditertawakan jika saya bilang, hehe. Kali itu saya terinspirasi dengan video kak danangproject seorang Mawapres IPB. Di video tersebut dituliskan bahwasannya ketika kita menuliskan mimpi tersebut di atas kertas, maka Allah akan turut mewujudkannya. Intinya video tersebut berhasil membuat saya mempunyai semangat tinggi menjadi mahasiswa prestatif. Nih aku kasih videonya ke temen-temen, siapa tau temen-temen menjadi tergugah untuk menulis 100 mimpinya diatas kertas hehe.


Langsung aja nih mau cerita ke temen-temen, setahun berlalu. Tahun 2017 kulalui dengan penuh perjuangan yang sangat luar biasa hectic dibilangnya. Mulai dari semester 2 yang kala itu aku ikut lebih dari 2 organisasi di kampus. Ikut organisasi kala itu pengennya ingin upgrade diri agar lebih baik. Dan wah ternyata di semester 3 ini puncak-puncaknya kepanitiaannya organisasi tersebut. Ditambah dengan beberapa project karya tulis yang lumayan menyita tenaga, waktu dan pikiran. Mungkin temen temen udah bisa nebak lah ya, bagaimana nasib dari kertas yang berisi 100 mimpi tersebut. Yaps benar sekali, sedikit sekali coretan yang ada dalam kertas tersebut. Yang ada justru malah kata-kata pembakar semangat jiwa tentang penagihan janji mimpi tersebut.

Alhasil tahun 2017 berlalu dengan sedikit kekecewaan, bagaimana tidak ?
Banyak yang belum terwujud, dan inilah sedikit analisis atau intropeksi diri dari saya sendiri
          
Yang pertama yaitu kurang berusaha 
Disini aku sadar sekali bahwasannya usaha aku masih kurang maksimal. Sebenarnya ketika aku pulang ke rumah aku punya waktu untuk menyiapkan bekal mimpiku, tapi justru karena aku lelah sekali sehingga aku lebih mendahulukan istirahat sebelum lelah maksimal.
      
Dan yang kedua yaitu banyak komitmen yang reda lalu hilang 
Di pertengahan perjuangan aku sering menemui komitmen pada diriku sendiri, berjanji pada diri sendiri tentang ini itu, tapi entah di kenyataannya itu hanya sebatas komitmen sesaat yang reda lalu diterpa angin kemudian reda hilang entah kemana.

Dari cerita tersebut, yang ingin saya sampaikan ke temen-temen adalah, ketika kita semua membuat resolusi baru di tahun baru, apakah kita sudah memiliki keinginan kuat didalamnya untuk menjalani dan mewujudkannya?

Atau jangan-jangan resolusi tersebut hanya bertahan sampai Februari?
Atau semangat kita untuk mewujudkan mimpi tersebut seperti kembang api? Meriah tapi cuma sebentar, habis itu redup kembali.

Kalau usaha kita hanya segitu-gitu aja, ya sampai kapanpun resolusi dari tahun ke tahun nggak jauh beda. Inginnya banyak, janjinya banyak tapi usahanya tidak sekuat dengan mimpinya.

Jadi, apakah salah tahun baru membuat resolusi baru?
Tidak teman
Justru resolusi itu perlu kita buat, untuk menjaga dan memastikan setiap detik, menit, jam yang kita lalui senantiasa mengejar mimpi itu.

Tapi ingatlah kawan bahwasannya ketika mimpi atau resolusi yang kita buat bukan hanya ikut-ikutan orang lain. Resolusi yang kita buat hendaknya kita pertimbangkan dan intropeksi, apa yang telah kita lakukan setahun yang lalu, sudahkah serius apa cuma main-main?

Kalau kata Miss Merry Riana,”Bertahun-tahun kita buat resolusi dan bertahun-tahun kita nggak nepatin janji. Jadi buat apa kita buat resolusi tapi ujung-ujungnya nggak ditepati?“

Resolusi baru yang kita buat justru kita persiapkan strategi baru, dan yang penting langsung aksi serta niat menjalaninya. Kalau kata Miss Merry Riana, “Jadikan resolusi sebagai harga mati, dan resolusi tersebut tidak bisa ditawar lagi, cari strategi dan komitmen tinggi untuk mewujudkannya hingga akhirnya resolusi yang kamu tulis bisa menjadi nyata serta membuahkan prestasi”

Sekian tulisan dari Kisah Perjalanan Kehidupan
Semoga memberi manfaat bagi temen-temen semua

Dan semoga pembaca blog ini bisa mewujudkan resolusinya yang tertulis diatas kertas menjadi nyata diatas panggung di tahun ini juga yaitu tahun 2018



0 komentar :

Posting Komentar