Kamis, 06 September 2018

3 KEBAIKAN DATANG DARI NEGERI SAKURA


Whatever is you believed, Hold it


Pada akhirnya kita tidak bisa tenggelam dengan kata orang
Jangan terjebak oleh dogma yaitu hidup dngan hasil pemikiran orang lain
Jangan biarkan pendapat orang lain menenggelamkan keberanian dan mimpi kita
Ikutilah kata hati dan intuisi, karena Ia tahu kita ingin jadi seperti apa

Salahsatu pendukung mimpi adalah berbuat kebaikan
Seperti menanam padi, tidak selamanya yang tumbuh hanya padi
Akan selalu tumbuh ilalang
Apa itu salah kita?
Tidak
Itulah ujianmu, ujian yang harus dilalui dengan ketegaran hati

Merry Riana pernah berkata, Ketika kita berbuat kebaikan kepada orang lain
Mungkin tidak akan dibalas kebaikan dari orang tersebut
Tetapi percayalah, kebaikanmu akan dibalas oleh Dia, Dia, Dia dan bahkan mungki orang yang tidak anda kenal

Sedikit cerita, sewaktu perjalanan di Negeri Matahari tersebut
Kami menemui beberapa kesulitan, tetapi alhamdulilah dibantu oleh orang baik

Sewaktu akan ke Museum Miraikan, kami kesulitan memahami petunjuk di Google Map. Akhirnya kami bertanya pada beberapa orang, tetapi mereka banyak yang tidak paham dengan bahasa Inggris. Akhirnya ada seorang pemuda sana lewat dan ketika kami tanyai dia menunjukkan salah satu halte. Awalnya dia tidak tahu, tapi dia berusaha untuk mencari tau. Hingga akhirnya kita tidak percaya dengan halte yang ditunjukkannya. Saat dia pergi, ternyata dia pergi memastikan halte tersebut dan alangkah terkejutnya kami, Ia mengejar kami dengan sepeda dan berlari menghampiri kami. Betapa terkejutnya lagi dia berkata akan memandu kami ke Museum Miraikan. Akhirnya Ia menaruh sepedanya dijalan tanpa takut dicuri (karena disana tidak ada pencuri). Lalu kami dan Ia berbincang-bincang dan Ia mampu memandu kami menaiki bus. Ternyata Ia adalah siswa SMA,  namanya adalah Hugo. Terimakasih Hugo, Nice to meet you  

Sewaktu pulang dari Tokyo Big Sight dan hari sudah mulai gelap, kami menunggu bus, tapi tak kunjung datang. Kami sudah bertanya beberapa orang yang lewat tetapi mereka tetap tidak paham. Akhirnya kami memutuskan bertanya lagi kepada Ibu-Ibu bersama anaknya, betapa terkejutnya kami ketika Ia menjawab dengan bahasa Indonesia. Ternyata Ia adalah seorang tukang pijat di Jepang yang sering mendapat pelanggan dari orang Indonesia, tak heran jika Ia tahu sedikit tentang bahasa Indonesia. Namanya Ecko, Ia menawarkan untuk mengantarkan kami dengan mobilnya. Sungguh orang yang baik, padahal jarak antara Tokyo Big Sight dan Penginapan kami sangatlah jauh. Akhirnya kami putuskan untuk menerimanya karena sudah tidak ada pilihan lagi

Kali ini aku yang mengalami kehilangan Pasmo (semacam Kartu Transportasi Commuter Line) yang berisi saldo 2000 yen. Ketika akan masuk stasiun, aku mengobrak abrik lama isi tasku. Teman teman ku sudah masuk dan menunggu di jendela. Akhirnya seorang Ibu-Ibu menghampiriku dan bertanya aku sedang mencari apa. Aku jelaskan bahwa aku kehilangan Pasmo Card, dan aku sudah tidak punya uang lagi untuk membeli. Selang waktu lama, Ia terus saja bertanya walaupun sebenarnya Ia tak terlalu paham dengan bahasa Inggris, hingga akhirnya dia mengantarkanku ke mesin pembuatan kartu.  “But I can’t to pay again” kataku
“No Problem, with my money” katanya. Akhirnya aku disuruh milih saldo yang ada, akupun memilih 3000 yen (setara Rp. 360.000). ketika aku tanya bagaimana aku harus membalas jasanya, Ia tak mau aku ganti uangnya, Ia hanya bilang Jika temui orang susah tolong bantulah. Sungguh betapa tulus hatinya.

Kalau diamati, dorongan apa yang membuat Ibu itu mendatangi ku?
Padahal kita tidak saling kenal

Karena pada akhirnya apa yang kita tanam itu jugalah yang kita tuai
Dan kebaikan itu bukan urusan kau dengan orang lain
Tetapi Allah lah yang akan melihat dan melipatgandakan semuanya

Semangat berbuat baik Kawan :)

2 komentar :

  1. Hehe Bagus teruslah berkarya dan capai cita"mu.

    BalasHapus
  2. Aku sempat ikut seleksi lomba ke Negeri Sakura. Namun, belum bisa lolos.
    Dan Alhamdulillah menemukan tulisan ini. Aku jadi tau gambaran kondisi di Negeri Sakura meskipun belum bisa kesana. Terima kasih. Tulisannya menginspirasi.

    BalasHapus