Sedang Belajar Menuangkan Pikiran Lewat Rangkaian Tulisan Blog ini berisi curahan perspektif kehidupan, pertanian dan pengalaman kemahasiswaan yang bersumber dari pengalaman penulis. Semoga bermanfaat, Winner !

Senin, 19 Agustus 2019

Independence Day Indonesia, Series 1

Menjadi SDM Unggul Menuju Indonesia Maju

Ditulis oleh : Arifah Eviyanti

Masih suasana merdeka, "Menjadi SDM Unggul Menuju Indonesia Maju" adalah tagline pada HUT Kemerdekaan RI ke 74 ini. Teringat, beberapa bulan lalu pernah satu forum dengan influencer yang menurut saya menjadi SDM unggul Indonesia. Mas Wahyu Liz (Adaideaja Corp), Bang Sabda Ps (Founder Zenius), Miss Alya Nurshabrina (Miss Indonesia 2018) dan Pak I Gusti Putu Raka, M.Pd (Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Pemuda). Tema yang diusung adalah "Peran Generasi Millenial sebagai Agent of Change di Era Disrupsi". 


Pembicara pertama Mas Wahyu Liz, founder Adaideaja Corp. Sebuah usaha kreatif dibidang kaos dan boneka. Pembawaanya humoris dan mengena menjadi ciri khas yang digemari anak muda. Sampai kuwalahan saya dibuatnya ketawa. Pantas saja sejak tahun 2008 nama usaha diubah menjadi Adaideaja Corp, karena memang ada saja hal yang berujung membuat gelak tawa. Menurut saya beliau memang sosok yang berani mengambil risiko dan percaya diri di segala suasana. 


Pembicara kedua Bang Sabda PS, founder Zenius Education. Sebuah platform belajar secara mudah dan praktis untuk kalangan pelajar di era sekarang. Zenius terbentuk karena kepedulian Bang Sabda terhadap pendidikan Indonesia yang masih saja tertinggal. Menurut saya perjuangan Zen begitu luar biasa, karena dimulai tahun 2004 yang notabene penggunaan internet belum terlalu segencar sekarang. Buat yang pengen tau perjuangannya bisa dilihat di https://www.zenius.net/blog/12420/zenius-education . Sepanjang diskusi ada beberapa hal yang saya tangkap, beliau berpesan untuk para pemuda agar menghargai waktu. Menghargai bukan berarti memberi harga dengan nominal rupiah  tapi berarti menggunakannya dengan memaksimalkan dengan peluang yang ada. Tidak mengorbankan waktu atau masa muda dengan uang adalah langkah yang tepat.


Pembicara ketiga, Miss Alya (Miss Indonesia 2018) sempat menjadi Top 30 Miss World. Beliau aktif mengikuti berbagai kegiatan sosial atau pengabdian di Indonesia, salah satunya pernah di Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, arti dari sebuah pengabdian adalah tentang APA bukan SIAPA, bahkan ketika mengabdi beliau sering menjumpai masyarakat yang tidak tahu apa itu Miss Indonesia. Peka jauh lebih berharga daripada siapa kita.


Pembicara keempat, datang dari kalangan pemerintahan yaitu Bapak I Gusti Putu Raka (Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Pemuda). Sepanjang diskusi beliau menyampaikan tentang kesempatan dan peluang pemuda di era sekarang dan dikombinasikan dengan program dari Kemenpora. 

Secara keseluruhan dari forum tersebut para narasumber secara tidak langsung menyampaikan tentang mutu SDM untuk Indonesia maju, dan dapat disimpulkan bahwa:
  1. Generasi millenial, termasuk didalamnya ada Mahasiswa yang memiliki segudang ambisi dan resolusi. Mahasiswa memiliki peluang dan harapan, oleh karena itu menjadi mahasiswa patut kita banggai. Lalu setelah bangga, jangan lupa untuk mengimplementasikan ilmunya terhadap negeri.
  2. Dengan adanya waktu, mahasiswa harus pintar dalam mengolah dan memanajemennya. Dahulukan antara penting mendesak, penting tidak mendesak, tidak penting dan tmendesak serta tidak penting dan tidak mendesak.
  3. Prinsip  dalam pembagian waktu yaitu seimbang, explore dan fokus & kontrol
  4. Banyak banyaklah untuk menjelajahi kesempatan dan peluang untuk menemukan passion, setelah menemukan passion, maka terkadang kita harus berhenti lalu fokus pada satu hal.
  5. Solusi praktis untuk anak muda yaitu harus pintar menyeimbangkan sofskill dan hardskill. Jangan hanya mengejar hardskill saja, tetapi juga softskill. Prestasi memang penting, tetapi setelah itu ada faktor pendukung lainnya. Akan sangat sayag sekali jika memiliki segudang prestasi tapi tidak pernah diterapkan pada masyarakat.
  6. Jangan gengsi dengan orang lain, cukup coba dan lakukan serta yang paling penting adalah PEKA. 
Dirgahayu Indonesia ku
Semangat dan Teruslah Bertumbuh 
Semoga kami bisa memberi kontribusi dan menjadi unggul untuk Indonesia maju

Surakarta, 20 Agustus 2019
Masih suasana kemerdekaan !

Tertanda
Arifah Eviyanti







Minggu, 11 Agustus 2019

Selamat Hari Raya Idul Adha 1440 H

“Untuk apa berjuang, jika ujungnya mengecewakan?” BACA INI mungkin ada yang salah darimu (Spesial Idul Adha)


Banyak yang sudah mendengar bahwa sebagai manusia, kita tidak bisa berharap lebih terhadap manusia lain
Memang, salahsatu kesalahan terbesar manusia adalah terlalu berharap dan ujungnya adalah kecewa
Sebagai manusia biasa kita hanya bisa berharap pada Allah karena tidak pernah menghasilkan kekecewaan
Walaupun kadang Allah belum bisa memberi apa yang kita minta, tapi di titik itulah kita diminta untuk ikhlas dan percaya

Ikhlas, menerima dan merelakan
Mengutip dari https://muslim.or.id/31994-pengorbanan-kita-dan-pengorbanan-nabi-ibrahim.html
Di Hari Raya Idul Adha ini, sesungguhnya pengorbanan kita adalah pengorbanan Nabi Ibrahim Pengorbanan atas sesuatu yang sangat kita sayangi yang sejatinya itu adalah titipanNya
Harta, Uang, Jabatan, Popularitas dan lain sebagainya
Bahkan, sekalipun itu semua diraih dengan penuh perjuangan

Berjuang memang tiada habisnya
Bahkan hasil dari perjuangan tak selalu membahagiakan dan berujung pada kesuksesan
Tetapi dengan perjuangan kita tidak akan pernah menghasilkan kekecewaan dan penyesalan
Karena hakikatnya kita telah mencoba
Sadarlah (Wahai diriku dan siapapun kamu)
Sungguh kita hanya punya hak atas kewajiban kita
Dan tidak punya hak atas hasil kewajiban kita

Untuk itu lakukan dengan penuh ikhlas dan kebahagiaan demi kebermanfaatan sesama 
Coba katakan,
Terimakasih untuk semuanya Ya Tuhan 
Ku akan terus menjalani dan melakukan yang terbaik 
Walaupun saat ini belum kulihat dan menemukan jawaban 5W+1H nya 
Tapi aku yakin, waktu akan menjawabnya 

Tulisan ini dibuat sebagai bentuk pelampiasan penulis karena telah kehilangan beberapa kesempatan dalam akhir-akhir ini dan berujung pada kekecewaan
Dan jadilah tulisan ini
Entah, hal itu murni kesalahan penulis atau justru memang layaknya seperti itu
Tapi lepas dari itu, jangan pernah untuk berhenti berprasangka baik atas kehendak Nya

Selamat Hari Raya Idul Adha 1440 H
Semoga menjadi insan yang selalu berjiwa besar, luas keiklhasan, untuk terus berbagi pada sesama

Semoga bermanfaat :)