Senin, 13 April 2020

PENYULUH PERTANIAN: PAHLAWAN PANGAN NEGARA


PENYULUH PERTANIAN: PAHLAWAN PANGAN NEGARA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, temen temen Blog ku J
Alhamdulilah, temen temen kali ini aku mau nulis tentang topik penyuluhan pertanian. Hal ini dilatarbelakangi karena aku telah meminjam buku dari Perpustakaan UNS sejak Solo ditetapkan KLB Corona hingga saat ini. Jadi bisa dibilang kalau buku ini dipinjam terlama sepanjang perjalanan kuliah di UNS. Nah, karena masih Corona sehingga saat tulisan ini ditulispun, seluruh pelayanan masih ditutup dan dilakukan secara online. Supaya buku ini bermanfaat lebih banyak orang, aku akan menuliskan hal yang berkaitan penyuluh pertanian dari buku ini.  Semoga bisa bermanfaat kepada temen temen yaa J

TENTANG PENYULUH PERTANIAN
Dilansir dari web Quipper, menjadi seorang penyuluh pertanian, secara tidak langsung berupaya membantu meningkatkan kesejahteraan petani. Karena melalui penyuluhan bisa melakukan cara baru dalam budidaya tanaman, serta turut membantu meningkatkan produksi pertanian dengan meminimalisir potensi gagal. Nah dengan begitu, para petani bisa panen lebih banyak dan lebih berkualitas serta tentunya berpeluang mendapatkan pendapatan maksimal.
Penyuluhan adalah metode penyebarluasan ilmu dari Universitas kepada masayarakat luar kampus yang tidak mampu mengikuti pendidikan di Universitas, karena ada keterbatasan waktu dan biaya. Adapun tujuan dari penyuluhan adalah membantu petani dan keluarganya mencapai taraf kehidupan yang lebih memuaskan melalui kegiatan yang terencana. Sistem kerja kegiatan penyuluhan adalah system kerja latihan dan system kerja kunjungan. Latihan diberikan kepada penyuluh lapangan secara berkesinambungan sedangkan kunjungan dilakukan oleh penyuluh yang telah melalui latihan kepada kelompok tani binaan dan menyampaikan materi sesuai dengan kesepakatan. Selain sistem tersebut kegiatan lain diperkuat dengan, penumbuhan dinamika kelompok tani, perlombaan usaha tani, widyawisata, magang, temu wicara, temu karya dan mimbar sarasehan.

PERAN PENYULUH
Peran penyuluh pertanian yaitu:
1.      Penyuluh sebagai pembimbing petani
2.      Penyuluh sebagai organisator dan dinamisator petani
3.      Penyuluh sebagai teknisi bagi petani
4.      Penyuluh sebagai agen pembaruan bagi petani
5.      Penyuluh sebagai jembatan antara petani dan lembaga penelitian
Didaerah yang kurang maju, seorang penyuluh pertanian harus menguasai materi pertanian baik teknis maupun non teknis. Begitupun didaerah yang kurang maju, arahnya sudah terspesialisasi, seorang penyuluh pertanian harus memberikan jawaban atas pertanyaan petani yang menjurus kearah spesialisasi.  Oleh karena itu, menjadi seorang penyuluh pertanian tidaklah mudah.
Untuk dapat menjadi seorang penyuluh yang baik, penyuluh pertanian harus memenuhi syarat sebagai berikut ini:
1.     Kualitas personal baik, yang meliputi kemampuan berkomunikasi dengan petani, kemampuan bergaul dengan orang lain, antuasias terhadap tugasnya, berpikir logis dan inisiatif
2.      Kualitas professional, yang meliputi empati, kredibilitas, rendah hati

Adapun tugas dari penyuluh tiap tingkatan yaitu
1.      Penyuluh lapangan (PPL), ditempatkan di Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP)
a.       Menyusun program penyuluhan bagi wilayah kerjanya
b.      Menetapkan impact point dan pemecahannya
c.       Melakukan kunjungan lapang (demonstrasi dan pembinaan pada kelompok tani)
d.      Mengembangkan kelompok tani agar berdaya
e.       Bersama PPUP dan PPS mencari solusi masalah kelompok tani
2.      Penyuluh tingkat kecamatan (PPUP), ditempatkan di Balai Penyuluh Pertanian (BPP)
a.       Menyusun program petanian di wilayah BPP
b.      Menetapkan impact point dan pemecahannya
c.       Melaksanakan supervisi program penyuluh pertanian yang diemban masing masing sub sector
d.      Melakukan temu wicara secara langsung dengan petani
e.       Melaksanakan evaluasi penyuluhan
3.   Penyuluh tingkat kabupaten (PPS=Penyuluh pertanian spesialisasi), ditempatkan di Dinas Pertanian Dati II
Jumlah PPS tingkat kabupaten terdiri dari bidang Agronomi, Agro-Ekonomi, Proteksi Tanaman, Tanah dan pengairan dan programa.
a.       Mencari, menemukan, mengolah dan menyiapkan materi penyuluhan
b.      Membantu PPL dan PPUP mencari solusi
c.       Membimbing PPL dan PPUP agar mengikuti teknologi baru
d.      Membimbing PPL dan PPUP menyusun metode dan teknik penyuluhan yang efektif
e.       Melakukan supersivi dan evaluasi sesuai sector wilayahnya
f.       Melakukan uji terap hasil penelitian
g.      Memberikan latihan kepada PPL dan PPUP
h.      Membina hubungan antar PPS
i.        Menyusun program penyuluhan di wilayah yang dibinanya
4.  Penyuluh tingkat provinsi (PPS Provinsi), ditempatkan di Dinas Pertanian Dati I maupun Balai Imformasi Pertanian. Tugasnya hampir sama dengan PPS kabupaten, hanya penekanannya sedikit berbeda.
a.       Mengadakan hubungan dinas pertanian dan lembaga penelitian di wilayah tugasnya
b.      Memberikan informasi tentang teknologi kepada penyuluh dibawah tugasnya
c.       Mengadakan survey dan evaluasi
d.      Memberikan saran bersifat teknis pada Dinas Pertanian dan Biro Pemda
e.       Mempersiapkan bahan penyuluhan
f.       Mengembangkan keahlian melalui penulisan ilmiah
g.      Melatih PPUP dan PPL
5.      Penyuluh tingkat nasional (PPS Nasional), ditempatkan Badan Pengendali Bimas
a.       Melakukan hubungan koordinasi lembaga penelitian baik dalam maupun luar negeri
b.      Memberikan saran kepada pejabat sub sector pertanian
c.       Melakukan supervise kedaerah
d.      Menyiapkan materi dan bahan informasi yang dibutuhkan penyuluh daerah

METODE PENYULUHAN
Penyuluhan pertanian merupakan pendidikan non formal bagi petani dan keluarganya, sehingga ini merupakan potensi besar untuk menyebarluaskan pendidikan bagi masyarakat pedesaan. Seorang penyuluh pertanian tidak boleh bekerja hanya pada petani individual yang progresif, melainkan juga kelompok tani yang kurang progresif.  Untuk memulai perubahan terhadap kondisi petani, harus ditempuh langkah:
1.      Membina hubungan baik dengan petani
Hubungan baik, harus dibina sejak awal. Tujuanya supaya tumbuh rasa saling percaya dan pada saat bekerjasama petani mau melaksanakannya.
2.      Mencari dukungan pemimpin setempat
3.      Menganalisis masalah yang dihadapi petani
Masalah petani yangs ebenarnya sedang dihadapi, terselubung dalam berbagai bentuk. Menganalisis nya perlu berhati hati.
4.      Mengkoordinir hasil analisis masalah
Masalah yang ditemui kemudian dikoordinasikan dengan pertemuan kelompok tani.
5.      Membangun dari budaya setempat
     Memperbaiki kehidupan diawali dengan budaya setempat. Sehingga perubahan tidak terjadi secara tiba tiba.

Metode penyuluhan
1.  Metode perseorangan, penyuluh pada seorang petani. Contoh, kunjungan lapang penyuluh pada petani untuk melaksanakan proyek.
2.    Metode kelompok. Kegiatan tatap muka penyuluh lapangan dengan kelompok tani, dengan metode demonstrasi cara dan demonstrasi hasil
a.   Demonstrasi hasil, memperkenalkan hasil terbaru. Contoh, padi jenis IR jauh lebih baik dari padi lokal
b.  Demonstrasi cara, memperkenalkan praktek baru dapat meningkatkan produktivitas. Contoh, demonstrasi memelihara ikan gurame
3.      Metode massa. Penyuluh pada kelompok tani dan umum dengan menggunakan media massa.

Tahap penerimaan inovasi:
1.      Tahap mengetahui inovasi
2.      Tahap memperhatikan
3.      Tahap melakukan penilaian
4.      Tahap mencoba
5.      Tahap menerapkan inovasi

PENTINGNYA MEMAHAMI MASYARAKAT
Struktur suatu kelompok dapat ditinjau dari 3 dimensi yaitu kepemimpinan kelompok, tokoh pemimpin kelompok dan komunikasi antar kelompok. Sebagai seorang penyuluh pertanian merupakan hal yang tidak mudah dalam mengajak petani melakukan suatu perubahan. Seorang penyuluh pertanian harus memahami  pola masyarakat. Dalam proses penerimaan teknologi baru misalnya, kecepatan penerimaannya tidaklah sama, tergantung dari sikap dan kondisi masing-masing petani.

Dalam hal penerimaan inovasi terdapat 5 macam kelompok masyarakat yaitu:
1.      Inovator yaitu orang yang berpikiran maju dan menerapkan inovasi dalam usaha taninya.
2.      Penerap dini adalah sejumlah petani yang cepat dan mengikuti innovator.
3.      Penerap mayoritas awal adalah sejumlah petani penerap menengah setelah kelompok penerap dini
4.      Penerap mayoritas akhir adalah sejumlah petani yang lambat dalam menerima inovasi
5.      Kelompok penentang adalah kelompok petani yang tidak menerima inovasi

PERANAN PENYULUHAN DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN
Pembangunan suatu Negara ditentukan oleh beberapa komponen masyarakat fungsional berikut ini:
1.    Komponen produksi, komponen yang berhubungan dengan tugas fisik dalam penanaman tanaman dan perikanan ataupun meningkatkan usaha peternakan
2.   Komponen sarana produksi pertanian dan kredit, komponen yang berkaitan dalam penyediaan input fisik berupa bibit, agro kimia dan biaya kerja
3.  Komponen pemasaran, komponen yang berkaitan dengan proses penyimpanan hasil produksi pengangkutan dan penjualan
4.      Komponen penelitian, komponen yang berkaitan untuk menemukan fakta baru
5.      Komponen penyuluhan, komponen yang bertujuan memudahkan alih pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh dari penelitian kepada produsen
6.   Komponen peraturan, komponen pemerintah yang membuat perturan untuk mengalokasikan sumber daya baik tanah, air dan sdm

Penyuluhan merupakan proses interaksi antara 3 komponen pokok, yaitu proyek, penyuluh lapangan dan petani yang prosesnya dapat dinyatakan sebagai berikut:
1.     Proses pertama, kesenjangan ketrampilan dan pengetahuan untuk meningkatkan produktivitas usaha tani antara petani dan proyek
2.  Proses kedua, proyek mengumpulkan informasi dari lembaga penelitian untuk menyusun paket bantuan kepada petani dalam meningkatkan produktivitas usaha tani
3.  Proses ketiga, proses penyampaian paket bantuan kepada penyuluh lapangan melalui latihan atau kursus, sehingga penyuluh memiliki ketrampilan dan pengetahuan yang memadai
4.    Proses keempat, proses penyampaian paket bantuan dari penyuluh kepada petani melalui kelompok tani
5.    Proses kelima, proses umpan balik tentang hasil penerapan paket bantuan dari petani kepada lembaga penelitian atau proyek melalui penyuluh lapangan

PERENCANAAN PROGRAM PENYULUHAN
Program penyuluhan merupakan hasil dari berbagai langkah yang harus dipahami dan dilaksanakan secara logis, langkahnya adalah:
1.      Langkah pertama, menentukan tujuan, kebijaksanaan dan prosedur
Diwujudkan dalam suatu buku pedoman
2.      Langkah kedua, pengumpulan informasi yang melatarbelakangi program penyuluhan
Diperoleh dengan cara pertemuan umum, kunjungan tokoh masyarakat, survey, membagikan quisioner.
3.      Langkah ketiga, memilih panitia perencana dan mendiskusikan rencana kerja
4.      Langkah keempat, konsultasi dengan para ahli dan mengumpulkan informasi hasil penelitian
5.      Langkah kelima, menyusun rencana kerja
Diwujudkan dalam program penyuluhan, didasari pada keadaan fisik masyarakat, masalah dan keinginan masyarakat, diskusi masalah yang penting dan pemecahan yang mungkin serta kalender kerja
6.      Langkah keenam, mengusahakan persetujuan dan revisi terhadap rencana kerja
7.      Langkah ketujuh, memberikan tanggungjawab kepada orang lain

ORGANISASI PENYULUH
Untuk melakukan pengorganisasian penyuluhan pertanian terdapat hal yang perlu dipertimbangkan:
1.      Adanya penyuluh lapang yang professional
2.      Adanya pelayanan penyuluh diberbagai tingkatan
3.      Adanya jalinan antara lembaga penelitian dan instansi penyuluhan
4.      Harus ada system kerja penyuluh yang ditetapkan
5.      Adanya hubungan koordinasi dengan bidang penyuluhan
6.      Adanya system pemantauan
7.      Adanya organisasi petani

Untuk mendukung pelaksanaan penyuluhan, struktur organisasi ditingkat proyek dapat dianjurkan sebagai berikut:
1.      Pemimpin proyek
2.      Kepala bagian Latihan dan Penyuluhan
Bertugas untuk membantu pemimpin proyek dalam emnyusun kebijaksanaan program penyuluhan dan pengendalian kegiatan penyuluhan melalui monitoring dan supervise. Terdapat minimal 4 staff yaitu;
-    Program Latihan (melakukan Training Need Assesment menuangkannya pada program berjangka)
-        Pelaksana dan monitoring latihan (staff pelaksanaan monitoring)
-        Program penyuluhan (staff mengurusi program pelatihan)
-         Monitoring penyuluhan staff yang mengurusi system monitoring)
3.      Kepala bagian tanaman dan pengembangan
Bertugas membantu pemimpin proyek dalam memepersiapakan program, menyusun kebijaksanaan dalam penyediaan bahan tanaman, pembangunan kebun pengolahan dan pemasaran hasil serta memonitor kegiatan lapangan.
-          Staff tanaman (mempersiapkan bahan tanaman)
-          Staff program (menyusun program berjangka)
-          Staff pengolahan dan pemasaran (memformulasikan system pengolahan hasil)
-          Staff pengembangan (mengkritis hasil)
4.      Kepala bagian administrasi
Bertugas mengadakan administrasi perkantoran
-          Staff umum, mengurusi persuratan dan inventarisasi
-          Staff pengadaan, mempersiapakan barang dan jasa
-          Staff personalia, melakukan analisa pegawai dan reqruitment
5.      Kepala bagian keuangan
Bertugas menyediakan, membukukan , mengunakan dan mempertanggungjawabakan leuangan proyek baik dana operasional maupun pembangunan
-          Staff penyelenggaran dan verifikasi, menyusun prosesdur keuangan proyek
-          Staff pembukuan, membukukan transaksi
-          Staff bendaharaan, menyimpan keuangan proyek
-          Staff pengkreditan, merumuskan pengkreditan
Susunan organisasi menyesuaikan proyeknya berada ditingkat provinsi melalui Dinas Perkebunan kepada Forum Koordinasi Pelaksanaan Penyuluhan Tingkat 1. Namun jika berada di Jakarta, dilakukan melalu Direktorat Jenderal Perkebunan.

PELAKSANAAN PENYULUHAN
Pelaksanaan penyuluhan ini meliputi 2 hal yaitu sub system latihan dan sub system kunjungan. Latihan dengan cara memberikan bimbingan kepada petani dan kunjungan dengan cara dating langsung pada kelompok tani.

Dalam sub sistem latihan, tahapannya meliputi:
1.      Mempelajari job desk penyuluh
2.      Menyusun kebutuhan latihan
3.      Menetapkan tujuan latihan
4.      Menyusun program latihan
5.      Melaksanakan latihan
6.      Evaluasi latihan
7.      Pencatatan hasil latihan

Efektivitas sub system kunjungan dipengaruhi oleh:
1.      Penyuluh lapangan professional
2.      Kelompok tani
3.      Materi penyuluhan
4.      Komunikasi penyuluh dan kelompok tani
5.      Supervisi

Dalam sub system kunjungan penyuluh lapangan wajib mengunjungi kelompok tani dengan siklus 2 mingguan, berikut rinciannya:
1.      Kunjungan kelompok tani selama 8 hari kerja
2.      Latihan selama 2 hari kerja (1 kali seminggu)
3.      Kunjungan pegganti dan pekerjaan administrasi

Kegiatan yang dilakukan oleh penyuluh selama kunjungan lapangan:
1.      Peninjauan terhadap kegiatan kelompok tani
2.      Melakukan kegiatan supervise bersama kelompok tani
3.      Memberikan informasi baru sesuai kebutuhan lapangan
4.      Diskusi dan memecahkan maslaah yang dihadapi di lapangan
5.      Memberika ketrampilan pada kelompok tani

Sedangkan wadah komunikasi penyuluh lapangan dapat berupa:
1.      Demonstrasi cara
2.      Pertemuan umum
3.      Latihan

PENGAWASAN PENYULUHAN
Pengawasan merupakan proses yang mana pimpinan memandang kebijaksanaan yang telah berlaku. Pengawasan memiliki 3 komponen utama:
1.      Rencana kerja yang tepat
2.      Pengamatan pelaksanaan dari jauh dan dekat
3.      Tindakan koreksi

Pengawasan atau supervise bergantung pada factor:
1.      Luas wilayah
2.      Banyaknya jenis pekerjaan
3.      Tersedianya tenaga supervisor
4.      Tingkat unit kerja yang bertindak sebagai supervisor
5.      Anggaran supervisor

Kebutuhan yang dilakukan oleh supervisor rinciannya sebagai berikut:
1.      Supervise dari supervisor kepada penyuluh dan kelompok tani dilakukan selama sekali seminggu
2.      Supervise dari kepala unit kepada supervisor dilakukan sekali dalam 2 minggu
3.      Supervise dari bagian proyek kepada kepala unit dilakukan sebulan sekali
4.      Supervise dari proyek kepada kepala bagian proyek 3 bulan sekali

PEMBINAAN KELOMPOK TANI
Bentuk kegiatan dari pembinaan kelompok tani yaitu:
1.      Perlombaan usaha tani
Perlombaan ini bermaksud untuk membangkitkan naluri bersaing secara positif diantara petani. Tahapannya meliputi, persiapan, pelakasanaan dan tindak lanjut.
Jenis perlombaan yaitu:
-          Perlombaan ketrampilan, misalnya perlombaan penangkapan tikus
-          Perlombaan hasil, misalnya perlombaan hasil ikan emas per satuan luas
-          Perlombaan ketrampilan dan hasil, misalnya perlombaan penangkapan tikus per 1 jam
2.      Widyawisata
Perjalanan bersama dari sekelompok orang untuk melihat langsung penerapan teknologi di suatu tempat. Tujuannya yaitu membantu petani mengenal factor penting, menumbuhkan minat, perhatian dan motivasi teknologi baru. Tahapannya perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
3.      Magang
Adalah kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh petani kepada petani lain yang lebih sukses melakukan suatu inovasi. System magang memiliki keuntungan yaitu efektif, efisien dan praktis. Tahapannya persiapan, pelaksanaan dan evaluasi.
4.      Temu wicara
5.      Temu wicara
adalah pertemuan umum antara wakil petani dengan pejabat pemerintah untuk bertukar pikiran tentang program dan hasil serta hambatan kebijakan pemerintah. Bertujuan untuk emnemukan cara terbaik dari suatu program pembangunan pertanian. Dalam hal ini harus memperhatikan:
-          Seorang pemimpin sidang berasal dari petani
-          Petani yang diundang yang mampu bertukar pikiran
-          Pejabat yang hadir memiliki posisi pengambil keputusan
-          Materi berupa kebijakan pemerintah terutama dalam program pembangunan pertanian
-          Adanya tata tertib
6.      Temu karya
Tujuan temu karya adalah
-          Membuka kesempatan bertukar pikiran pengalaman dan ketrampilan petani
-          Tersalurnya teknologi baru untuk petani
-          Memperluas cakrawala petani
-          Mempererat pergaulan antar petani

Ada berbagai macam tingkatan temu karya yaitu
-          Temu karya tingkat nasional
-          Temu karya tingkat provinsi
-          Temu karya tingkat kabupaten
-          Temu karya tingkat wilayah kerja BPP
7.      Temu usaha
Pertemuan antara petani dan pengusaha pertanian. Bertujuan untuk :
-          Membuka kesempatan promosi dari petani tentang produk mereka
-          Menambah pengetahuan petani tentang komoditi yang diperlukan konsumen
-          Mempromosikan hasil produksi dalam negeri
-          Merangasang jiwa komersial diantara petani
8.      Mimbar sarasehan
Pertemuan petani dan pemerintah membahas kesepakatan pembangunan.
Penyelenggaran mimbar bebas dilaksanakan:
-          Tingkat wilayah kerja BPP, min 6 kali setahun
-          Tingkat kabupaten, min 4 kali setahun
-          Tingkat provinsi, min 3 kali setahun
-          Tingkat nasional, min 2 kalli setahun
9.      Pengembangan dinamika kelompok tani
Pengembangan dinamika kelompok tani dapat melalui:
-          Menyusun rencana kerja
-          Kerjasama intern kelompok
-          Menerapkan teknologi baru
-          Memecahkan masalah
-          Pemupukan modal usaha
-          Kemampuan mengembangkan peralatan dan fasilitas kelompok
-          Membina hubungan KUD, Profesor, Exportir, Perbankan dan instansi terkait
-          Peningkatan produktivitas usaha tani
-          Ketaatan perjanjian
-          Pembinaan kader kelompok

Nah itu temen temen, mengenai penyuluh pertanian. Semoga bermanfaat buat semuanya yaa.  Dan menambah wawasan temen temen tentang penyuluh pertanian

Sumber :
Suhardiyono, L. 1992. Petunjuk bagi Penyuluh Pertanian. Jakarta: Erlangga






4 komentar :